Karena Istri Ingin Dimengerti
Assalamu’alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh
“Semoga
keselamatan dan rahmat Allah, serta keberkahan-Nya terlimpah kepada kalian”.
Most of the wife
told to her husband that “Kamu tidak pernah mengerti keinginanku!!”. Dan dengan
sikap penuh kebingungan sang suami bertanya dengan polos “Jadi, kamu maunya
apa?” OMG believe me, istrimu akan tambah marah dan kesal. So, How could this
happen??
In the afternoon, tiba-tiba suamiku bertanya. “Kamu mau
makan apa??” Aku sebagai istri pada umumnya yang berharap tanpa bicara banyak
suamiku bisa langsung menebak dengan tepat ya dengan tepat, semua keinginanku,
yes everything. Ini sangat egois kan??!. Mata kami saling bertatapan dan aku
tersenyum dengan penuh maksud yang tersembunyi didalamnya (LOL), dan catch it,
suamiku langsung mengerti itu. Dia pergi menaiki motor andalannya, dan kembali
ke rumah dengan makanan yang memang tepat sesuai keinginanku. (Horeee) senang
sekali kan??!. Pertanyaannya bagaimana suamiku bisa menebak itu dengan tepat??
Apakah
dia seorang yang bisa membaca pikiran??
No,
Exactly No.
So, how??
Di
awal pernikahan kami, aku selalu menceritakan tentang diriku kepada suamiku,
seperti makanan kesukaanku apa, warna kesukaan, ketika ada sikapnya yang tidak
kusukai aku akan memberitahunya, dan hal-hal kecil lainnya. Sehingga seiring
perjalanan rumah tangga kami, tanpa bicara banyak, yup suamiku bisa langsung
mengerti. Apakah suamiku bisa mengingat dengan baik semua yang kukatakan??!
Tentu tidak, berkali-kali dia lupa, berkali-kali juga aku harus mengingatkannya.
Dan pasti bagi para istri itu hal yang menjengkelkan, right??. I feel the same
thing too. But, you should know Suamimu tidak hanya bertugas untuk mengingat
semua yang kamu inginkan. Dia memikul tanggung jawab yang besar di pundaknya.
Dia mencari uang dari pagi hingga sore untuk menafkahimu, memastikan dirimu
sehat, memastikan dirimu memiliki tempat tinggal yang layak, apalagi bagi para
istri yang tinggal jauh dari orang tuanya, suami kita memikirkan itu dan
mengumpulkan uang agar kita bisa pulang kampung untuk bertemu orang tua kita.
Dan lebih dari itu, ada tugas yang lebih besar dari itu semua yaitu yang
seperti dijelaskan dalam al-qur’an surah at-Tahrim (66) ayat ke 6 yang artinya
: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api
neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu,....”
So, dia
bertanggung jawab atasmu, tidak hanya soal makan, rumah, dan pakaian, tapi
membimbingmu agar selamat dari api neraka. Wahai istri, begitu beratnya
tanggung jawab suamimu terhadapmu, karenanya saat ijab kabul terucap, Arsy-Nya
berguncang karena beratnya perjanjian yang dibuat olehnya di depan Allah Azza
wa jalla dengan disaksikan para malaikat dan manusia.
Therefore,
bantulah dia mengingat semua keinginanmu, kalau dia tidak memahami maksudmu
jelaskan dengan sabar dan tetap menjaga nada bicaramu tidak meninggi wahai
istri. Bukankah selalu ada pahala di setiap kesabaran yang kau jalani dengan
ikhlas??! Ingat lagi bagaimana niatmu menikah dulu, apakah semata-mata karena
Allah, ataukah biar ada yang selalu melayani setiap keinginanmu?? Te
ntunya bukan seperti itu! Maka dari itu, setiap kekesalan yang kita dapati, segera mohon ampun, barangkali kita belum cukup sabar mengahadapi setiap ujian kasih sayang yang Allah berikan.
ntunya bukan seperti itu! Maka dari itu, setiap kekesalan yang kita dapati, segera mohon ampun, barangkali kita belum cukup sabar mengahadapi setiap ujian kasih sayang yang Allah berikan.
To be continued....
See you soon para
istri
-Sukmasina-
Alhamdulillah
BalasHapussyukron
Hapus